Pantang Surut dalam Menuntut Ilmu

 "Pantang Surut dalam Menuntut Ilmu"

Ustadzah Juliana Sahad Hafidzhahallahu Ta'ala


7 Januari 2023


Kisah hebat para ulama ketika mereka menjadi pelajar. 

Imam Syafi'i. Siapa yg tidak mengenalnya? 

Semangat belajar beliau meskipun dalam keadaan sangat miskin. Saking miskinnya beliau membeli buku saja tidak mampu. Namun adanya buku atau tidak beliau tetap semangat untuk belajar. 

Imam Syafi'i bernama Muhammad bin Idris, lahir di kota Gaza, Palestina. Ayah beliau meninggal masih sangat muda dan beliau yatim sejak kecil. 


Beliau dirawat dan dibesarkan oleh ibunya, melihat keadaan beliau tanpa ayah, sang ibu khawatir Imam Syafii terlantar, akhirnya sang ibu membawa beliau ke tempat asalnya yaitu kota Mekah karena di sana keluarga sang ibu masih banyak jadi sang ibu tidak merasa khawatir dan kesepian lagi. Di kota Mekah beliau tumbuh dewasa dan memiliki dua kegiatan yaitu memanah dan belajar bahkan beliau senang dengan dua kegiatan ini. Disisi lain Allaah menganugerahkan beliau berupa kecerdasan dan hafalan yg kuat bahkan beliau sudah menghafal Al-Quran sebelum usia 10 tahun. 


(Konon katanya orang-orang Arab itu dikaruniai hafalan yg kuat. Makanya ketika Al Quran diturunkan kepada nabi dalam bentuk suara, dibacakan oleh jibril kemudian nabi Muhammad menghafalnya dan baru diajarkan kepada para sahabat. Berbeda dgn kita jaman sekarang, kalau gak ditulis terus lupa. Makanya ilmu itu harus ditulis jadi ketika kita lupa bisa di murajaah kembali) 


Ilmu yang beliau sangat sukai adalah bahasa Arab 

(kita juga harus semangat belajar bahasa Arab agar bisa dengan mudah mentadabburi Quran) 


Asy Syafi'i mempelajari bahasa arab sejak kecil disalah satu kabilah Arab pedalaman yg jauh dari keramaian selama 17 tahun (Arab pedalaman itu bahasanya masih murni dan belum tercampur, dan beliau belajar bukan dengan waktu yang singkat. Tentu dengan waktu yang selama itu beliau menjadi ahli dalam bahasa Arab bahkan jika beliau bicara, orang yg mendengarnya akan senang karena bagus dan fasih. 

Beliau juga belajar dan berhasil dalam bidang fikih dan menjadi rujukan umat dalam ilmu fikih. 

Keberhasilan yg beliau dapatkan bukan begitu mudah di dapat, beliau harus berjuang sampai akhirnya berhasil). 


Imam Syafi'i bercerita 

"Ketika ayahku telah tiada aku diasuh oleh ibuku, keadaan kami sangat miskin, ibuku melihat semangatku dalam belajar akhirnya ibuku membawaku ke tempat belajar agar lebih giat. Namun aku tahu bahwa ibuku tidak punya uang untuk membiayai aku belajar meskipun begitu ibuku tetap bersikeras agar aku bisa belajar, aku ingin meringankan ibuku agar ibuku tidak terlalu berat memikirkan biaya belajarku, aku sampaikan kepada guruku bahwa aku tidak punya uang untuk belajar namun sangat ingin belajar, aku menawarkan diriku kepada guruku untuk menjadi khodimah (membantu gurunya mengajar)"


Setelah beliau mendapatkan cara untuk belajar, sekarang rintangannya adalah beliau tidak punya uang untuk membeli buku. 

Beliau punya cara agar tetap bisa menulis

"Aku mengumpulkan tulang belulang, tembikar, pelepah kurma agar bisa menulis jika sudah penuh aku akan memasukkannya ke dalam gentong yg ada di rumah hingga banyak dan ibuku memintaku untuk membereskannya, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain memenuhi permintaan ibuku. Lalu aku nyalakan api untuk membakar semuanya. Aku keluarkan satu persatu kemudian menghafalnya, jika aku sudah menghafalnya aku melemparkannya ke dalam api hingga isi gentong telah habis dan aku sudah menghafalnya"


Meskipun catatan telah hangus menjadi arang namun tetap terjaga dalam hati. Biasanya para ulama semangat belajar dan mengamalkan ilmunya sehingga bisa melekat dan menjadi karakter pada diri seseorang. Ilmu itu memang harus dihafal. 


Dengan kegigihan dan kesungguhan dan ketulusannya, Asy Syafii berhasil dalam belajar bahkan menjadi ulama besar di masanya, semua kalangan mengakui keilmuan beliau bahkan sampai hari ini ilmu beliau masih dirasakan. 



Keutamaan ilmu syari dan mepelajarinya diambil dari kitab 

"Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga" ditulis Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafidzhahullahu :


Imam Ibnul Qayyim ra (w. 751 H) menyebutkan lebih dari 100 keutamaan ilmu syari di dalam kitabnya... 

1. Kesaksian Allaah swt kepada orang-orang berilmu 

*(Ali 'Imran 18)


2. Orang yg berilmu akan Allaah angkat derajatnya di dunia dan akhirat. *(Al Mujadilah 11). Rasulullah saw bersabda "Sesungguhnya Allaah mengangkat dgn kitab ini (Al Quran) beberapa kaum dan merendahkan beberapa kaum dengannya".

Imam Sufyan bin Uyainah rahimahullah (w. 198 H) mengatakan, "Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allaah adalah orang yg menjadi perantara antara Allaah dengan hamba-hamba-Nya, mereka adalah para nabi dan ulama." 

*(Yusuf 76)


Rasa malas dan bosan itu pasti ada tapi seorang mukmin itu harus bersegera beristighfar agar dia bangkit kembali


3. Orang berilmu adalah orang-orang yg takut kepada Allaah. 

*(Fathir 28)

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah (w. 241 H)  "Pokok ilmu adalah rasa takut kepada Allaah" apabila ilmu seseorang bertambah maka akan bertambah pula rasa takutnya kepada Allaah. Apabila dia terus belajar namun tidak takut kepada Allaah berarti ilmunya tidak berkah

*(An nisa 113)


4. Rasulullah saw bersabda "ketahuilah sesungguhnya aku diberikan al kitab (Al-Quran) dan as sunnah bersamamu" 

Kita ketahui bahwa barangsiapa yang berpegang teguh pada Al Quran dan sunnah maka dia akan selamat hidup di dunia dan akhirat. 


5. Paham dalam masalah agama termasuk tanda kebaikan seseorang.  

*(Hadits) 

yang dimaksud dgn pemahaman disini adalah ilmu yg 'mengharuskan adanya amal' 


6. Orang yg berilmu dihindarkan dari laknat Allaah. 

Rasulullah saw bersabda, "ketahuilah sesungguhnya dunia ini dilaknat dan dilaknat apa yg ada di dalamnya kecuali dzikir kepada Allaah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu atau orang yg mempelajari ilmu"


7. Menuntut ilmu dan mengajarkannya lebih utama daripada ibadah sunnah dan fardhu kifayah. 

Rasulullah saw bersabda "Keutamaan ilmu lebih baik daripada ibadah sunnah dan agama kalian yg paling baik adalah al wara' (ketakwaan)"

Ali bin Abi Thalib ra (w. 40 H)  berkata "orang yg berilmu lebih besar ganjaran pahalanya daripada orang yg berpuasa sunnah, shalat malam, dan berjihad di jalan Allaah"

Kebanyakan yg terjadi adalah banyak orang yg beribadah namun hanya sekedar ikut ikutan saja tanpa mengetahui bahwa hal tsb tidak ada tuntunannya, ini lebih parah, dia bodoh dan tidak tahu kebodohannya. 


8. Ilmu adalah kebaikan dunia 

(Al Baqarah) 

Al Hasan rahimahullah yg dimaksud dgn kebaikan dunia adalah ilmu dan ibadah, dan dimaksud dgn kebaikan akhirat adalah surga.... "


9. Ilmu adalah jalan menuju kemuliaan. 


10. Menuntut ilmu akan membawa kepada kebersihan hati, kemuliaannya, kehidupannya, dan cahayanya. 


11. Orang yg menuntut ilmu didoakan oleh Rasulullah saw. 


12. Menuntut ilmu adalah jihad di jalan Allaah dan orang yg menuntut ilmu laksana mujahid di jalan Allaah swt. 

Al Imam Ibnul Qayyim, "Jihad melawan hawa nafsu memiliki 4 tingkatan : 

1) Berjihad mempelajari petunjuk ilmu yg bermanfaat dan agama yg benar (amal shalih) seseorang tidak bisa mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat kecuali dengannya

2) Berjihad untuk mengamalkan ilmu setelah mengetahuinya

3) Berjihad untuk mengajarkan ilmu kepada orang yang belum mengetahuinya

4) Berjihad untuk sabar dalam berdakwah kepada Allah dan sabar terhadap gangguan manusia

(Biasanya penyeru pada tauhid paling banyak rintangannya) 

Apabila keempat tingkatan ini terpenuhi pada diri seseorang maka ia termasuk orang yang rabbani

*(Al Furqan 52)


13. Pahala ilmu yg diajarkan akan terus mengalir meskipun pemiliknya telah meninggal dunia


14. Dengan ilmu kita akan berpikir yg baik, mendapatkan pemahaman yg benar, dan dapat mentadabburi ayat-ayat Allaah


15. Ilmu lebih baik daripada harta

Keutamaan ilmu daripada harta dapat diketahui dari beberapa segi :

✅Ilmu adalah warisan para nabi sedangkan harta warisan para raja dan orang-orang kaya. 

✅Ilmu akan menjaga pemiliknya sedangkan pemilik harta dialah yang menjaga hartanya. 

✅Harta akan habis dengan dibelanjakan sedangkan ilmu akan bertambah jika diajarkan. 

✅Apabila meninggal dunia pemilik harta akan berpisah dengan hartanya sedangkan ilmu akan masuk bersamanya ke dalam kubur. 

✅Ilmu adalah penguasa atas harta sedangkan harta tidak berkuasa atas ilmu. 

✅Harta dapat diperoleh oleh orang-orang mukmin maupun kafir, orang baik maupun jahat sedangkan ilmu yg didapat hanya oleh orang-orang beriman

✅Orang yg berilmu dibutuhkan oleh para raja  dan selain mereka sedangkan harta hanya dibutuhkan orang-orang miskin saja. 

✅Jiwa akan mulia dan bersih dengn mengumpulkan ilmu dan berusaha memperolehnya sedangkan harta tidak membersihkannya, tidak menyempurnakan, bahkan tidak menambah sifat kemuliaan. 

✅Harta mengajak jiwa kepada bertindak sewenang-wenang dan sombong sedangkan ilmu mengajaknya untuk rendah hati dan ibadah. 

✅Ilmu membawa dan menarik jiwa kepada kebahagiaan yang Allaah ciptakan untuknya sedangkan harta adalah penghalang antara jiwa dan kebahagiaan. 

✅Kekayaan ilmu lebih mulia daripada kekayaan harta karena kekayaan harta berada diluar hakikat manusia, seandainya harta musnah dalam satu malam saja maka dia akan berubah menjadi orang yg miskin sedangkan ilmu tidak dikhawatirkan kefakirannya bahkan dia akan terus bertambah selamanya pada hakikanya dia adalah kekayaan yg paling tinggi. 

✅Mencintai ilmu dan mencarinya adalah pokok dari segala ketaatan sedangkan mencintai dunia dan harta adalah pokok segala kejelekan karena semua di dunia adalah terlaknat kecuali orang yang berilmu dan berdzikir kepada Allaah swt. 

✅Nilai orang kaya ada pada hartanya, sedangkan orang berilmu ada pada ilmunya. Apabila hartanya lenyap maka lenyaplah nilainya sedangkan orang berilmu nilai dirinya tetap langgeng bahkan terus bertambah. 

✅Tidaklah satu orang melakukan ketaaatan kepada Allaah swt melainkan ilmu sedangkan sebagian besar manusia berbuat maksiat kepada Allaah lantaran harta mereka (banyak orang yang awalnya hatinya lurus namun ketika Allaah bukakan harta yang melimpah untuknya kemudian dia lupa sebagaimana kisah Qorun yang sebelumnya adalah pengikut Nabi Musa  tapi setelah memiliki harta dia memusuhi nabinya dan berlaku sewenang2 dengan hartanya).

✅Orang yg kaya selalu ditemani dgn ketakutan dan kesedihan, dia sedih sebelum mendapatkannya dan merasa takut setelah mendapat harta.


16. Nabi saw menyambut orang yang menuntut ilmu syari dan malaikat meletakkan sayapnya (sbg bentuk tawadhu', penghormatan dan kemuliaan) kepada orang yg menuntut ilmu syari


17. Ilmu adalah imannya amal. Amal yg sesuai dgn ilmu maka itulah yg diterima (al mulk 2 ). Al fudhail bin iyadh. Ikhlas dan ittiba' (mengikuti sunnah rasulullaah saw)  adalah syarat diterimanya amal


18. Ilmu adalah obat bagi semua penyakit. 


19. Ilmu lebih dibutuhkan manusia melebihi kebutuhan mereka terhadap makan dan minum. Bukan berarti tidak makan sehingga tidak bisa menuntut ilmu, tetapi isyarat bahwa ilmu lebih diutamakan adalah kita belajar agar setiap nafas kita bernilai ibadah di sisi Allaah swt 


20. Ilmu dan kebodohan tidak sama bahkan Allah swt mencela orang-orang yang bodoh. 

(Al An'am 35)

Kebodohan adalah akar dari sebuah kerusakan. 


Maka bersyukurlah kita, Allaah telah memudahkan kita untuk menuntut ilmu, dan semoga Allaah tidak mencabut nikmat ini dan semoga Allaah menetapkan ketaatan kepada kita semua sampai akhir hayat kita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Galau?

Fiqih Thaharah

Fitnah