Sama tapi Berbeda

KITA SAMA-SAMA ISLAM TAPI JALAN KITA BERBEDA.

Rukun Islam dan Rukun Iman kita sama.
Masjid kita sama.
Hari raya kita sama.
Kita memang sama-sama islam, tapi jalan kita berbeda.

Aku mengikuti pehamanan para shalafus shalih
Sedangkan engkau mengikuti pemahaman ormas dan kiyai,

Aku mencintai sunnah dan meninggal bid'ah,
Sedang engkau meninggal sunnah dan mencintai bid'ah,

Aku senang pergi ke majelis ilmu,
Sedang engkau lebih senang ke mall dan tempat karaoke.

Aku meninggalkan budaya jika itu bertentangan dengan syariat,
Sedangkan engkau tetap mempertahankan budaya meski bertentangan dgn syariat,

Aku tidak suka mengenakan pakaian ketat dan sexy, dan aku lebih suka mengenakan pakaian yg longgar dan tertutup auratku dengan hijab syar'i/cadar,
Sedangkan engkau suka mengenakan pakaian ketat dan sexy, dan engkau tidak mau mengenakan hijab, sehingga terbuka dan nampak aurat mu.

Aku tidak merayakan ulang tahun, tidak suka musik, tidak merokok, tidak tahlillan mayit, tidak ke dukun, tidak ngalap berkah di kuburan, tidak memberikan sesaji, tidak isbal, tidak tasyabbuh, tidak berjabat tangan selain mahrom,
Sedangkan engkau tetap melakukan hal-hal di atas,

Wahai saudara ku...

Aku tidak dapat memaksa mu agar engkau mengamalkan itu, sebab memang dalam agama islam tdk ada paksaan,
Aku jg tidak bisa merubah mu agar engkau dapat seperti aku,
Sebab memang tugas ku hanya menyampaikan, sedangkan hidayah adalah milik Allah.

Aku tidak menghakimi bahwa kamu sesat, kamu salah, kamu masuk neraka.
Tapi aku hanya berusaha mengamalkan dan berusaha mengajak mu agar mengikuti jalan yg benar, yaitu jalan sebagaimana para shalafus shalih amalkan dan ajarkan.

Aku bukan orang yg terlalu fanatik dgn agama,
Aku bukan orang yg paling suci dan benar sendiri,
Aku juga bukan orang yg sedang mengikuti aliran sesat,

Tapi karena aku sadar...

Bahwa para shalafus shalih yg wajib kita ikuti.
Bahwa dunia itu bukan tempat kita,
Bahwa usia kita ini begitu singkat,
Bahwa akhirat itu sangat berat,
Bahwa aku ini masih banyak kekurangan dan dosa,

Dan oleh sebab semua itulah aku kini berusaha taat pada agama dan belajar mengikuti pemahaman para shalafus shalih sebagai generasi terbaik umat ini.

Dan aku berharap agar Allah ridho dgn jalan yg kutempuh ini sehingga aku di masukkan kedalam surga_Nya,

Semoga Allah memberikan hidayah kepada mu dan juga kepada ku untuk meniti jalan yg lurus yaitu jalan yang Allah Ridhoi, sebagaimana jalan yg telah Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam dan para shalafus shalih ajarkan.

Akhukum,
🖋 Abu Yahya Al Bustamy


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Galau?

Fiqih Thaharah

Fitnah